21 Mei 2017

Menjadi Relawan Muda Riau



Amanah baru datang lagi, pekerjaan baru disusun kembali. Bertemu orang-orang baru, karakter yang baru, kreatifitas yang baru, dan banyak hal baru yang aku temukan. Tapi itu bukan tujuan utamaku menjadi relawan. Aku ingin berguna buat orang lain. Ingin ada manfaatnya buat orang yang membutuhkan, ingin berbuat sesuatu buat sekitar, terutama daerah Riau, tanah kelahiranku. Aku ingin waktu luangku bermanfaat.  Itulah alasan kuat yang membuat aku tertarik utuk bergabung menjadi Relawan Muda Riau A.k.a RMR
 
RMR, Organisasi Binaan Dispora Provinsi  Riau
Relawan Muda Riau yang di bina langsung oleh Bidang Kepemudaan Dispora Riau, ternyata baru saja dibentuk tahun ini. sebelumnya sudah banyak program kepemudaan dari Dispora Riau seperti PPAN, BPAD, KPN, yang alumninya kemudian disebut PCMI. Ada juga WMR (Wirausaha Muda Riau) Dan masih banyak lagi program kepemudaan dari dispora lainnya. Tujuannya tentu saja mengajak pemuda-pemudi di Riau berkontribusi kepada daerahnya. Bisa dibilang, ngajakin pemuda ngabdi untuk Riau.

Melalui Tahap Seleksi
Waktu flyer tentang perekrutan Relawan Muda Riau bertebaran di socmed, aku langsung exited. Secara organisasi biasanya jarang banget kan masuknya pakai seleksi. Kecuali macam FLP (Forum Lingkar Pena) yang harus magang 3 bulan baru bisa dinyatakan anggota FLP. Tapi maklum, itu organisasi teknis, di dalamnya dituntut untuk belajar dan meghasilkan karya. Tapi kalau organisasi kerelawanan, belum pernah ku temui yang menggunakan jalur seleksi. Sebut saja LSM yang bergerak dalam bidang kemanusiaan seperti BSMI yang pernah ku jalani waktu di Papua. siapa mau ikut, langsung di angkut… hihihi…

Karena ada seleksinya, aku pikir pasti manajemen organisasinya bakalan serius sekali mengurusi RMR. Aku pun mengisi berkas dan serius sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para juri yang sekarang jadi teman. That’s why I love meet new people.

Seleksi diadakan di Aula Gedung Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Itu hari minggu, hujan gerimis, udara dingin, enaknya tidur, Dan kita-kita malah disuruh datang jam 6. Bener-bener menguji keikhlasan! 

Seleksi yang berlangsung sampai sore itu bukan cuma wawancara terus pulang. Pagi-pagi sempat dikasi makanan ala puskesmas. Yup bener banget! Bubur kacang ijo panas! Haahay. Yummy banget dingin-dingin dihari minggu makan bubur. Setelah kenyang baru deh dibentuk diskusi program perbidang dan dilanjutkan wawancara. Sorenya ada presentasi rancangan program dari masing-masing bidang. Ada bidang pendidikan, sosial dan lingkungan. Ditutup dengan sedikit permainan untuk menambah keakraban antar relawan. 

Foto seleski
Relawan Muda Riau Gerak Cepat
Setelah dinyatakan lulus seleksi, RMR langsung gerak cepat. Minggu depannya langsung rapat untuk menentukan mau buat agenda apa. Ada beberapa agenda yang sudah dilaksanakan RMR. Here is…

Kampanye Baca Buku dalam rangka hari buku sedunia di Car Free Day Pekanbaru
Ini adalah agenda pertama Relawan Muda Riau bidang Pendidikan (dibantu juga sama temen-temen dari bidang Sosial dan Lingkungan) dalam rangka mengajak masyaraat Riau untuk kembali pada buku. Dalam hal ini khususnya anak-anak usia SD. Jadi kami bikin lapak baca buku di arena CFD. Disana nggak Cuma ada buku, ada akustikan, ada air minum gratis, dan yang paling seru, ada lapak mendongeng untuk anak-anak. Biar anak-anak tertarik, salah satu relawan di pakein kostum badut. It’s works banget! Walaupun sebelum ke lapak baca, badutnya diajakin foto-foto dulu. Biasalah.. era socmed.
Foto-foto cfd
beritanya ada di tribun Pekanbaru :
Baru dibentuk, Relawan Muda Riau Gelar Keiatan Tingkatkan Minat Baca
Relawan Muda Riau Serukan Membaca Buku

Turun ke jalan membersihkan kerak lilin

Masi ingat kan aksi 1000 Lilin para pendukung Ahok yang menyisakan kerak lilin di setiap kota-kota besar di Indonesia. Di Pekanbaru sendiri ada di depan rumah Dinas Gubernur Riau, tepatnya di depan tugu. Kerak lilin itu “menghiasi sepanjang jalan sampai ke tugu pahlawan. Yang jelas saja sangat merusak mata dan keindahan kota. Dengan inisiatif sendiri, tanpa menyinggung masaah politik. Relawan muda riau bergerak ke TKP dengan membawa alat kikis, seperti sendok semen, sapu lidi, serokan dan lainnya. Ternyata di TKP sudah cukup ramai masyarakat Pekanbaru yang resah dan ikut membersihkan kerak lilin itu. Juga etnis tiong hoa yang mungkin tadi malam ikut aksi 1000 lilin juga turut membersihkan alias mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Tanpa ada perdebatan, dalam beberapa jam semua kerak lilin terkikis habis! Jadi terharu melihat kebersamaan dan kepedulian masyarakat Pekanbaru.
Foto-foto
Beritanya ada di ………
Duta baca
Kampanye literasi nggak berhenti sampai di CFD. Waktu ada pelatihan selama 4 hari dari Dispora. RMR lagi-lagi mengkampanyekan untuk membaca buku. Kali ini ada duta baca buku yang diberikan tantangan menyelesaikan membaca satu buku. Dan menceritakan isi buku ke audience yang isinya peserta pelatihan kepemudaan se Riau loh…
Dilantik Gubernur
Ass I expected. Manajemen  Relawan Muda Riau aka dispora ini seriau banget mengurusi dan membina RMR. Dari diberi pelatihan berbagai macam secara gratis sampai pengukuhan yang dilantik langsung oleh gubernur Riau. Bpk Arsyadjuliandi Rachman. Jujur, itu pertama kali aku bertemu langsung dengan gubernur Riau. Ternyata bener-bener bersahaja banget. Dan logat bicaranya kental dengan nuansa melayu. Setelah melantik beliau sempat memberikan wejangan-wejangannya dan pengalamannya terutama dan menjadi wirausaha muda. Karena dalam acara yang sama dilantik juga berbagai organsasi kepemudaan binaan dispora, masa bakti 2017-2019. Salah satunya adalah FKP (Forum Kewirausahaan Pemuda) Riau. Jadi dalam kesempatan itu, Pak Gubernur lebih banyak cerita mengenai pengalamannya menjadi wirausaha di Riau. Fyi anggota dari FKP Riau ini sudah ada yang beromset 20 juta ke atas di umur dibawah 25 tahun. Wew… mereka langsung dapat apresiasi dari Gubernur dan berhasil membuat mulut aku ternganga. What a inspiring!
Relawan Muda Riau dilantik Gubernur
 
teman baru. masih unyu-unyu
Setelah dilantik. Artinya sudah resmi memegang amanah menjadi Relawan Muda Riau. Banyak kerja menanti, banyak orang yang membutuhkan menunggu aksi. Semoga bisa terus berdedikasi, mengabdi tanpa henti. Demi tanah Riau yang Madani (kurang nyambung. Hahaha. )
SALAM PEMUDA!

02 Mei 2017

Duo Sister Mimpi ke Negeri Gingseng Bersama Cheria Wisata

Tap for zoom
Aku dan si sofi pun menggebu-gebu buka tante google. Bukan nyari destinasi wisata di korea atau  tiket promo ke korea, tapi nyari apa itu wisata halal. Soalnya waktu kami tanyain ke Buya (Panggilan untuk Ayah) apa itu wisata halal, Buya malah bilang “Udah pake smartphone tapi kok nggak smart-smart juga sih kalian” kata Buya sambil ngeloyor pergi. gubrak banget kan.

Setelah aku googling sana-sini ternyata wisata halal itu lagi digadang-gadangkan banget di Indonesia. Lombok yang mempesona itu udah didapuk menjadi yang pertama dan satu-satunya daerah yang punya Perda wisata halal di Indonesia. Luar biasa!

Dalam Perda No. 2 Tahun 2016 tentang pariwisata halal, tertulis bahwa ruang lingkupnya bukan hanya soal makanan dan tempat sholat saja. Tapi juga mencakup pemasaran dan promosi, kelembagaan, pembinaan, pengawasan sampai ke pembiayaan yang merujuk pada syariat islam.
Dengan brand wisata halalnya, Lombok sudah berhasil mendapatkan dua penghargaan sekaligus yaitu World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination di ajang World Halal Travel Award (WHAT) 2015 yang diselenggarakan di Abu Dhabi, UEA. Wow! Semoga semakin banyak lagi daerah yang memiliki perda wisata halal di Indonesia.

30 Maret 2017

Komitmen atau Realistis?



(source)
Alhamdulillah wa syukurillah…
Akhirnya bisa ngeblog lagi. Waktu pengangguran kemaren malah nggak ada nyentuh blog sama sekali, eh ini disaat dateline raport MID dengan nilai murid yang masih berantakan, malah disempetin ngeblog.

Kali ini mau curhat banget nih. Kepikiran terus, semoga dengan ditulis jadi lebih lega. Karena kata dokternya BJ Habibie, menulis adalah bentuk terapi terbaik #kayak udah berat aja masalahnya
Jadi begini pemirsah… sejak lulus PPG (Pendidikan Profesi Guru) bulan Januari kemaren, aku mulai menyerakkan lamaran dimana-mana. Cuma ke 5 sekolah doang sih, yang satu lagi bimbel. Jadi total 6 lamaran. Hehehe. 

kriteria sekolah idaman aku adalah, sekolah swasta yang ada pengembangan gurunya. Jadi selama jadi guru, kita nggak cuma ngajar, tapi juga belajar. Pengembangan guru di sekolah swasta biasanya dalam hal ilmu kependidikan dan agama. Misalnya, pelatihan, KKG, Workshop. Atau kalau dalam bidang agamanya dengan memberikan jam belajar Al-Qur’an khusus untuk guru, baik itu Tahsin (memperbaiki bacaan) atau Tahfiz (menghafal), ada juga sekolah swasta yang memfasilitasi guru-gurunya untuk ikut  kajian dalam halaqoh-halaqoh kecil. Bahkan di SDIT AL Fikri,  murobbi (guru) nya datang ke sekolah untuk membimbing guru di jam kosong. Ilmu Al-Qur’an guru-gurunya juga di bina secara intensiv setiap hari sabtu dalam kelompok kecil, berdasarkan kemampuannya. Di SD An-Namiroh dulu setiap sabtu juga ada pengembangan guru, dari belajar Tahsin, belajar computer, bahasa arab atau bahasa inggris. Bergantian tiap pekannya. Keren kan?  Udahlah dapat duit, dapat ilmu gratis pula.

Ya elah… Cari kerja kok pake kriteria segala sih…